Rahasia Dahsyat Kekuatan Air

Jika kita mengatakan pada air kata-kata "cinta dan terima kasih" maka hasil foto kristal airnya sungguh dahsyat yakni membentuk kristal air heksagonal yang indah.

12 Golongan Orang Yang Didoakan Malaikat

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan. (Imam Abu Dawud." (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

Pergerakan Illuminati

Illuminati (menerangi) adalah sebuah organisasi dari gabungan pertubuhan kaum pagan khasnya Kabbalah-Yahudi dan kaum Kristian yang murtad dari agama mereka.

KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. al-Azhab: 56)

John Vincent Atanasofff (1903-1995) - Penemu Pemoggraman Komputer Modern

Atanasoff dan Berry segera mewujudkan komputer impian mereka pada November 1939. Prototipe yang mereka buat ternyata dapat bekerja. Atanasoff menamakan mesin hitung digitalnya itu dengan ABC. Kependekan dari Atanasoff-Berry Computer.

Fakta dibalik Misteri Piramida

Piramida Giza adalah yang terbesar di dunia, tercatat 136 Piramida yang terdaftar oleh PBB di negara mesir, walaupun record piramida terbanyak terbanyak terdapat di Sudan yakni 220 Piramids, namun kebanyakan Piramids populer terdapat di Mesir salah satunya Piramida Giza. Berukuran 52.600 Square meter.

Showing posts with label Kisah Nabi dan Rasul. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nabi dan Rasul. Show all posts

03 March 2013

KISAH NABI YUNUS a.s.


Beliau adalah Nabi yang mulia yang bemama Yunus bin Mata. Nabi Muhammad saw berkata: "Janganlah kalian membanding-bandingkan aku atas Yunus bin Mata."

Mereka menamakannya Yunus, Dzun Nun, dan Yunan. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia yang diutus oleh Allah s.w.t kepada kaumnya. Beliau menasihati mereka dan membimbing mereka ke jalan kebenaran dan kebaikan; beliau mengingatkan mereka akan kedahsyatan hari kiamat dan menakut-nakuti mereka dengan neraka dan mengiming-imingi mereka dengan syurga; beliau memerintahkan mereka dengan kebaikan dan mengajak mereka hanya menyembah kepada Allah s.w.t.

Nabi Yunus senantiasa menasihati kaumnya namun tidak ada seorang pun yang beriman di antara mereka. Datanglah suatu hari kepada Nabi Yunus di mana beliau merasakan keputusasaan dari kaumnya. Hatinya dipenuhi dengan perasaan marah pada mereka namun mereka tidak beriman. Kemudian beliau keluar dalam keadaan marah dan menetapkan untuk meninggalkan mereka. Allah s.w.t menceritakan hal itu dalam firman- Nya:

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahawa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'bahawa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.'" (QS. al-Anbiya': 87)

Tidak ada seorang pun yang mengetahui gejolak perasaan dalam diri Nabi Yunus selain Allah s.w.t. Nabi Yunus tampak terpukul dan marah pada kaumnya. Dalam keadaan demikian, beliau meninggalkan kaumnya. Beliau pergi ke tepi laut dan menaiki perahu yang dapat memindahkannya ke tempat yang lain. Allah s.w.t belum mengeluarkan keputusan-Nya untuk meninggalkan kaumnya atau bersikap putus asa dari kaumnya. Yunus mengira bahawa Allah s.w.t tidak mungkin menurunkan hukuman kepadanya kerana ia meninggalkan kaumnya. Saat itu Nabi Yunus seakan-akan lupa bahawa seorang nabi diperintah hanya untuk berdakwah di jalan Allah s.w.t. Namun keberhasilan atau tidak keberhasilan dakwah tidak menjadi tanggungjawabnya. Jadi, tugasnya hanya berdakwah di jalan Allah s.w.t dan menyerahkan sepenuhnya masalah keberhasilan atau ketidakberhasilannya terhadap Allah s.w.t semata.

Terdapat perahu yang berlabuh di pelabuhan kecil. Saat itu matahari tampak akan tenggelam. Ombak memukul tepi pantai dan memecahkan batu-batuan. Nabi Yunus melihat ikan kecil sedang berusaha untuk melawan ombak namun ia tidak mengetahui apa yang dilakukan. Tiba- tiba datanglah ombak besar yang memukul ikan itu dan menyebabkan ikan itu berbenturan dengan batu. Melihat kejadian ini, Nabi Yunus merasakan kesedihan. Nabi Yunus berkata dalam dirinya: "Seandainya ikan itu bersama ikan yang besar barangkali ia akan selamat. Kemudian Nabi Yunus mengingat-ingat kembali keadaannya dan bagaimana beliau meninggalkan kaumnya. Akhirnya, kemarahan dan kesedihan beliau bertambah.

Nabi Yunus pun menaiki perahu dalam keadaan guncang jiwanya. Beliau tidak mengetahui bahawa beliau lari dari ketentuan Allah s.w.t menuju ketentuan Allah s.w.t yang lain; beliau tidak membawa makanan dan juga kantong yang berisi bawaan atau perbekalan, dan tidak ada seorang pun dari teman-temannya yang menemaninya; beliau benar-benar sendirian; beliau melangkahkan kakinya di atas permukaan perahu.

Si nahkoda perahu bertanya kepadanya: "Apa yang engkau inginkan?" Mendengar pertanyaan itu, Nabi Yunus pun bangkit: "Saya ingin untuk bepergian dengan perahu-perahu kalian. Apakah kita berlayar dalam waktu yang lama?" Nabi Yunus menampakkan suara yang penuh kemarahan, rasa takut, dan kegelisahan. Nahkoda itu berkata sambil mengangkat kepalanya: "Kita akan berlayar meskipun air tampak sedang pasang." Nabi Yunus berkata dengan mencoba sabar dan menyembunyikan kegelisahannya: "Tidakkah engkau mendahului agar jangan sampai pasang itu terjadi wahai tuanku?" Si nahkoda berkata: "Laut kita biasanya terkena pasang, maka ia akan segera mereda ketika melihat seorang musafir yang mulia." Yunus bertanya: "Aku akan pergi bersama kalian dan berapa ongkos perjalanan?" Si nahkoda menjawab: "Kami tidak menerima ongkos selain emas." Yunus berkata: "Tidak jadi masalah."

Nahkoda itu memperhatikan Nabi Yunus. Ia adalah seorang yang berpengalaman di mana ia sering mondar-mandir dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Seringnya ia mengunjungi suatu tempat ke tempat yang lain menjadikannya seorang lelaki yang mampu menangkap perasaan manusia. Nahkoda itu merasakan dan mengetahui bahawa Nabi Yunus lari dari sesuatu. Nahkoda itu membayangkan bahawa Nabi Yunus melakukan suatu kesalahan tetapi ia tidak berani untuk mengungkapkan kesalahan kepada pelakunya kecuali jika pelakunya seorang yang bangkrut. Ia meminta kepada Nabi Yunus untuk membayar ongkos sebanyak tiga kali lipat dari vang biasa dibayar musafir. Nabi Yunus saat itu merasakan kesempitan dalam dadanya dan diliputi dengan kemarahan yang keras dan keinginan kuat untuk meninggalkan negerinya sehingga ia pun memberikan apa yang diminta oleh si nahkoda.

Nahkoda itu memperhatikan kepingan-kepingan emas yang ada di tangannya dan ia menggigit sebagaiannya dengan giginya. Barangkali ia akan menemukan potongan emas yang palsu namun ia tidak menemukannya. Nabi Yunus hanya berdiri menyaksikan semua itu sementara dadanya tampak terombang-ambing: terkadang naik dan terkadang turun laksana ayunan. Nabi Yunus berkata: "Tuanku tentukan bagiku kamarku. Aku tampak letih dan ingin istirahat sebentar." Si nahkoda berkata: "Memang itu tampak di raut wajahmu. Itu kamarmu," sambil ia menunjuk dengan tangannya. Kemudian Nabi Yunus membaringkan diri di atas kasur dan beliau berusaha untuk tidur tetapi usahanya itu sia-sia. Adalah gambar ikan kecil yang hancur berbenturan dengan batu menyebabkan beliau tidak dapat tidur dengan tenang. Nabi Yunus merasakan bahawa atap kamar akan jatuh menimpa dirinya. Akhirnya, Nabi Yunus tidur di atas kasurnya di mana kedua bola matanya berputar-putar di atas atap kamar tetapi pandangan-pandangannya yang gelisah itu tidak menemukan tempat perlindungan. Tempat tinggalnya di kamar itu dan atapnya dan sisi-sisinya tampak semuanya akan runtuh. Nabi Yunus pun mulai mengeluh dan berkata: "Demikian juga hatiku yang tergantung dalam jiwaku."

Demikianlah, terjadi suatu pergulatan penderitaan yang hebat dalam diri Nabi Yunus saat ia terbaring di atas ranjangnya. Penderitaan yang keras cukup memberatkannya sehingga beliau pun bangkit kembali dari tempat tidurnya tanpa sebab yang dapat dipahami. Dan tibalah waktu pasang. Perahu melemparkan tali-talinya. Kemudian perahu itu berjalan sepanjang siang dan ia memecah airnya dengan tenang, dan angin pun bertiup padanya dengan sangat lembut dan baik. Lalu kegelapan menyelimuti perahu itu dan tiba-tiba lautan pun berubah. Bertiuplah angin yang cukup kencang yang sangat mengerikan yang nyaris menghancurkan perahu dan bergolaklah ombak yang cukup dahsyat laksana orang yang kehilangan akalnya. Ombak itu meninggi bagaikan gunung dan menurun bagaikan lembah.

Mulailah gelombang ombak menyapu permukaan perahu sehingga para awak perahu itu pun mulai terkena air. Dan di belakang perahu itu terdapat ikan paus yang besar yang mulai mengintai. Ia membuka mulutnya. Kemudian terdapat perintah kepada ikan paus itu untuk bergerak menuju permukaan laut. Ikan paus itu menaati perintah dari Allah s.w.t dan ia segera menuju permukaan laut. Ia mulai mengikuti perahu itu sebagaimana perintah yang diterimanya. Angin yang keras tetap bertiup kemudian kepala perahu mengisyaratkan dengan tangannya agar beban perahu dikurangi. Dan angin semakin bertiup kencang. Sementara itu, Nabi Yunus merasakan ketakutan. Dalam tidurnya beliau melihat segala sesuatu berguncang di kamarnya. Beliau berusaha berdiri tegak, tetapi tidak mampu. Kemudian kepala perahu berteriak dan berkata: "Sungguh angin kencang bertiup tidak seperti biasanya. Bersama kita seseorang lelaki yang salah sehingga kerananya angin ini bertiup dengan kencang. Kita akan melakukan undian pada semua awak. Barangsiapa yang namanya keluar kami akan membuangnya ke lautan."

Nabi Yunus mengetahui bahawa ini adalah tradisi dari tradisi-tradisi yang biasa dilakukan oleh awak perahu jika mereka menghadapi angin yang keras. Tetapi saat itu beliau terpaksa harus meng-ikutinya. Episode penderitaan Nabi Yunus akan dimulai. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia tetapi harus tunduk pada hukum ala berhala yang menganggap bahawa lautan mempunyai tuhan. Dengan kepercayaan itu, mereka meyakini bahawa bertiupnya angin yang kencang akibat murka dari tuhan. Oleh kerana itu, harus diadakan upaya untuk menenangkan dan memuaskan tuhan-tuhan yang mereka yakini itu. Nabi Yunus pun terpaksa mengikuti undian itu. Nama beliau dimasukkan bersama dengan nama penumpang lainya, dan dilakukanlah undian. Yang keluar justru namanya. Lalu diadakan undian yang kedua, dan kali ini pun yang keluar nama Nabi Yunus. Akhirnya, diadakan undian yang ketiga. Lagi-lagi yang keluar nama Nabi Yunus. Kemudian ditetapkan bahawa Nabi Yunus harus dibuang ke lautan. Saat itu para awak penumpang memperhatikan Nabi Yunus. Nabi Yunus mengetahui bahawa beliau berbuat kesalahan ketika meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Nabi Yunus mengira bahawa Allah s.w.t tidak akan menurunkan hukuman padanya. Namun ia dianggap salah kerana meninggalkan kaumnya tanpa izin-Nya. Allah s.w.t memberikan pelajaran kepadanya.

Nabi Yunus berdiri di samping perahu dan melihat lautan yang dipenuhi dengan ombak yang mengerikan. Dunia saat itu gelap dan di sana tidak ada cahaya bulan. Bintang-bintang bersembunyi di balik kegelapan. Warna air tampak gelap dan hawa dingin menembus tulang. Alhasil, air menutupi segala sesuatu. Kemudian nahkoda perahu berteriak: "Lompatlah wahai musafir yang misterius." Tiupan angin semakin kencang. Nabi Yunus berusaha menjaga keseimbangannya, dan beliau menampakkan keberaniannya saat ingin terjun ke lautan. Nabi Yunus pun terjun dan berada di permukaan lautan laksana sampang yang mengambang. Ikan paus berada di depannya. Ikan itu mulai tersenyum kerana Allah s.w.t telah mengirim padanya makanan malam. Kemudian ikan itu menangkap Nabi Yunus di tengah-tengah ombak. Kemudian ikan itu kembali ke dasar lautan. Ikan itu kembali dalam keadaaan puas setelah memenuhi perutnya.

Nabi Yunus sangat terkejut ketika mendapati dirinya dalam perut ikan. Ikan itu membawanya ke dasar lautan dan lautan membawanya ke kegelapan malam. Tiga kegelapan: kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di dasar lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus merasakan bahawa dirinya telah mati. Beliau mencoba menggerakan panca inderanya dan anggota tubuhnya masih bergerak. Kalau begitu, beliau masih hidup. Beliau terpenjara dalam tiga kegelapan.

Yunus mulai menangis dan bertasbih kepada Allah. Beliau mulai melakukan perjalanan menuju Allah saat beliau terpenjara di dalam tiga kegelapan. Hatinya mulai bergerak untuk bertasbih kepada Allah, dan lisannya pun mulai mengikutinya. Beliau mengatakan: "Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah. Wahai Yang Maha Suci. Sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri." (QS. Hud: 87)

Ketika terpenjara di perut ikan, beliau tetap bertasbih kepada Allah s.w.t. Ikan itu sendiri tampak kelelahan saat harus berenang cukup jauh. Kemudian ikan itu tertidur di dasar lautan. Sementara itu, Nabi Yunus masih bertasbih kepada Allah s.w.t. Beliau tidak henti-hentinya bertasbih dan tidak henti-hentinya menangis. Beliau tidak makan, tidak minum, dan tidak bergerak. Beliau berpuasa dan berbuka dengan tasbih. Ikan- ikan yang lain dan tumbuh-tumbuhan dan semua makhluk yang hidup di dasar lautan mendengar tasbih Nabi Yunus. Tasbih itu berasal dari perut ikan paus ini. Kemudian semua makhluk-makhluk itu berkumpul di sekitar ikan paus itu dan mereka pun ikut bertasbih kepada Allah s.w.t. Setiap dari mereka bertasbih dengan caranya dan bahasanya sendiri.

Ikan paus yang memakan Nabi Yunus itu terbangun dan mendengar suara- suara tasbih begitu riuh dan gemuruh. Ia menyaksikan di dasar lautan terjadi suatu perayaan besar yang dihadiri oleh ikan-ikan dan hewan- hewan lainya, bahkan batu-batuan dan pasir semuanya bertasbih kepada Allah s.w.t dan ia pun tidak ketinggalan ikut serta bersama mereka bertasbih kepada Allah s.w.t. Dan ia mulai menyadari bahawa ia sedang menelan seorang Nabi. Ikan paus itu merasakan ketakutan tetapi ia berkata dalam dirinya mengapa aku takut? Bukankah Allah s.w.t yang memerintahkan aku untuk memakannya. Nabi Yunus tetap tinggal di perut ikan selama beberapa waktu yang kita tidak mengetahui batasannya. Selama itu juga beliau selalu memenuhi hatinya dengan bertasbih kepada Allah s.w.t dan selalu menampakkan penyesalan dan menangis: "Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah Yang Maha Suci. Sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri." Allah s.w.t melihat ketulusan taubat Nabi Yunus. Allah s.w.t mendengar tasbihnya di dalam perut ikan. Kemudian Allah s.w.t menurunkan perintah kepada ikan itu agar mengeluarkan Yunus ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah s.w.t.

Ikan itu pun menaati perintah Ilahi. Tubuh Nabi Yunus merasakan kepanasan di perut ikan. Beliau tampak sakit, lalu matahari bersinar dan menyentuh badannya yang kepanasan itu. Beliau berteriak kerana tidak kuatnya menahan rasa sakit namun beliau mampu menahan diri dan kembali bertasbih. Kemudian Allah s.w.t menumbuhkan pohon Yaqthin, yaitu pohon yang daun-daunnya lebar yang dapat melindungi dari sinar matahari. Dan Allah s.w.t menyembuhkannya dan mengampuninya. Allah s.w.t memberitahunya bahawa kalau bukan kerana tasbih yang diucapkannya nescaya ia akan tetap tinggal di perut ikan sampai hari kiamat.

Allah s.w.t berfirman:

"Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, nescaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, kerana itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (QS. ash-Shaffat: 139-148)

"Dan (ingatlah  kisah) Dzunnun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu mereka menyangka bahawa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'bahawa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang-orang yang zalim.' Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya': 87-88)

Kita sekarang ingin membahas masalah yang menurut ulama disebut sebagai dosa Nabi Yunus. Apakah Nabi Yunus melakukan suatu dosa dalam pengertian yang hakiki, dan apakah para nabi memang berdosa? Jawabannya adalah: Para nabi adalah orang-orang yang maksum tetapi kemaksuman ini tidak bererti bahawa mereka tidak melakukan sesuatu yang menurut Allah s.w.t itu pantas mendapatkan celaan (hukuman). Jadi masalahnya agak relatif. Menurut orang-orang yang dekat dengan Allah s.w.t: Kebaikkan orang-orang yang baik dianggap keburukaan bagi al-Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah s.w.t). Ini memang benar. Sekarang, marilah kita amati kasus Nabi Yunus. Beliau meninggalkan desanya yang banyak dipenuhi oleh orang-orang vang menentang. Seandainya ini dilakukan oleh orang biasa atau oleh orang yang saleh selain Nabi Yunus maka hal itu merupakan suatu kebaikan dan kerananya ia diberi pahala. Sebab, ia berusaha menyelamatkan agamanya dari kaum yang durhaka. Tetapi Nabi Yunus adalah seorang Nabi yang diutus oleh Allah s.w.t kepada mereka. Seharusnya ia menyampaikan dakwah di jalan Allah s.w.t dan ia tidak peduli dengan hasil dakwahnya. Tugas beliau hanya sekadar menyampaikan agama. Keluarnya beliau dari desa itu - dalam kacamata para nabi - adalah hal yang mengharuskan datangnya pelajaran dari Allah s.w.t dan hukuman- Nya padanya.

Allah s.w.t memberikan suatu pelajaran kepada Yunus dalam hal dakwah di jalan-Nya. Allah s.w.t mengutusnya hanya untuk berdakwah. Inilah batasan dakwahnya dan beliau tidak perlu peduli dengan kaumnya yang tidak mengikutinya dan kerana itu beliau tidak harus menjadi sedih dan marah. Nabi Luth tetap tinggal di kaumnya meskipun selama bertahun- tahun berdakwah beliau tidak mendapati seorang pun beriman. Meskipun demikan, Nabi Luth tidak meninggalkan mereka. Ia tidak lari dari keluarganya dan dari desanya. Beliau tetap berdakwah di jalan Allah s.w.t sehingga datang perintah Allah s.w.t melalui para malaikat-Nya yang mengizinkan beliau untuk pergi. Saat itulah beliau pergi. Seandainya beliau pergi sebelumnya nescaya beliau akan mendapatkan siksaan seperti yang diterima oleh Nabi Yunus. Jadi, Nabi Yunus keluar tanpa izin. Lalu perhatikan apa yang terjadi pada kaumnya. Mereka telah beriman setelah keluamya Nabi Yunus. Allah s.w.t berfirman:

"Dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang tertentu." (QS. Yunus: 98)

Demikianlah, desa Nabi Yunus beriman. Seandainya ia tetap tinggal bersama mereka nescaya ia akan mengetahuinya dan hatinya menjadi tenang serta kemarahannya akan menjadi hilang. Tampaknya beliau tergesa-gesa dan tentu sikap tergesa-gesa ini berangkat dari keinginannya agar manusia beriman. Usaha Nabi Yunus untuk meninggalkan mereka adalah sebagai ungkapan kebenciannya kepada mereka atas ketidakimanan mereka. Maka Allah s.w.t menghukumnya dan mengajarinya bahawa tugas seorang nabi hanya menyampaikan agama. Seorang nabi tidak dibebani urusan keimanan manusia; seorang nabi tidak bertanggung jawab atas pengingkaran manusia; dan seorang nabi tidak dapat memberikan hidayah (petunjuk) kepada mereka.





ARTIKEL TERKAIT

NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA
KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w
NABI ISA a.s DENGAN ORANG MABUK CINTA
KISAH NABI ISA a.s.
KISAH NABI YAHYA a.s.
KISAH NABI ZAKARIA a.s.
KISAH NABI UZAIR a.s.
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB
KISAH NABI SULAIMAN a.s.
JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA
NABI MUSA a.s. BERMUNAJAT DENGAN ALLAH
NABI MUSA a.s. DENGAN ' AUJ BIN UNUG
KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN a.s
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI AYUB a.s.
KISAH NABI ZULKIFLI a.s.
KISAH NABI YASA' a.s.
KISAH NABI IDRIS a.s.
KISAH NABI ILYAS a.s.
KISAH NABI SYU'AIB a.s.
KISAH NABI YUSUF a.s
KISAH NABI LUTH a.s.
NABI IBRAHIM a.s DENGAN ORANG MAJUSI
KISAH NABI IBRAHIM a.s.
KISAH NABI NUH a.s.
KISAH NABI ADAM a.s.
KISAH HABIL DAN QABIL PUTRA NABI ADAM a.s.
KISAH NABI HUD a.s.
KISAH NABI SALLEH a.s.
KISAH NABI ISMAIL a.s.
KISAH NABI ISHAK DAN NABI YAK'UB a.s.
NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN
KISAH PARA NABI BANI ISRAEL SELEPAS NABI MUSA a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI DAUD a.s.
KISAH NABI DAUD a.s. DENGAN ULAT

KISAH NABI AYUB a.s.


Nabi Ayub as menggambarkan sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahawa beliau berada di puncak kesabaran. Sering orang menisbatkan kesabaran kepada Nabi Ayub. Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub. Jadi, Nabi Ayub menjadi simbol kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya. Allah s.w.t telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi:


"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)


Yang di maksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah s.w.t. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah s.w.t dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahsia pujian Allah s.w.t padanya.


Al-Quran al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, dan banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahawa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya. Dalam cuplikan kitab Taurat disebutkan berkenaan dengan Nabi Ayub: "Maka keluarlah syaitan dari haribaan Tuhan dan kemudian Ayub terkena suatu luka yang sangat mengerikan dari ujung kakinya sampai kepalanya." Tentu kita menolak semua ini sebagai suatu hakikat yang nyata. Kami pun tidak mentolerir jika itu dianggap sebagai perbuatan seni semata. Perhatikanlah ungkapan dalam Taurat: "Kemudian syaitan keluar dari haribaan Tuhan kita," sebagai orang-orang Muslim, kita mengetahui bahawa syaitan telah keluar dari haribaan Tuhan sejak Allah s.w.t menciptakan Adam as. Maka, kapan syaitan kembali ke riba Tuhan? Kita berada di hadapan ungkapan seni, tetapi kita tidak berada di hadapan suatu hakikat.


Lalu, bagaimana hakikat sakitnya Nabi Ayub dan bagaimana kisahnya? Yang popular tentang cubaan Nabi Ayub dan kesabarannya adalah riwayat berikut: para malaikat di bumi berbicara sesama mereka tentang manusia dan sejauh mana ibadah mereka. Salah seorang di antara mereka berkata: "Tidak ada di muka bumi ini seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub. Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah s.w.t dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan selalu berdakwah di jalan-Nya." syaitan mendengarkan apa yang dikatakan lalu ia merasa terganggu dengan hal itu. Kemudian ia pergi menuju ke Nabi Ayub dalam rangka berusaha menggodanya tetapi Nabi Ayub adalah seorang Nabi di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan cinta kepada Allah s.w.t sehingga syaitan tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya.


Ketika syaitan berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub, ia berkata kepada Allah s.w.t: "Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan kerana cinta, tapi ia menyembah-Mu kerana kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu kerana Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau kurniakan padanya adalah rahsia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh kerana itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni kerana cinta."


Riwayat tersebut mengatakan bahawa Allah s.w.t berkata kepada iblis: "Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati imannya. Ayub menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran. Aku membolehkanmu untuk mengujinya dalam hartanya. Lakukan apa saja yang engkau inginkan, kemudian lihatlah hasil dari apa yang engkau lakukan."


Akhirnya, syaitan pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman dan kenikmatan yang dimilikinya. Kemudian syaitan itu menghancurkan semuanya. Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran. Kemudian syaitan menunggu apa tindakan Nabi Ayub. Nabi Ayub berkata: "Oh musibah dari Allah s.w.t. Aku harus mengembalikan kepada-Nya amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah s.w.t telah memberi kami nikmat selama beberapa masa. Maka segala puji bagi Allah s.w.t atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan redha dengan keputusan Allah s.w.t. Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudarat. Dia-lah yang redha dan Dialah yang murka. Dia adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki- Nya." Kemudian Nabi Ayub sujud dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan tersebut.


Lalu syaitan kembali kepada Allah s.w.t dan berkata: "Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran maka hal itu sebagai bentuk usahanya kerana ia mendapatkan anak. Ia mengharapkan dengan melalui mereka kekayaannya meningkat dan melalui mereka ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah." Riwayat mengatakan bahawa Allah s.w.t membolehkan bagi syaitan untuk berbuat apa saja kepada anak-anak Ayub. Kemudian syaitan menggoncangkan rumah yang di situ anak-anaknya tinggal sehingga mereka semua terbunuh. Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: "Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan redha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudarat. Kemudian Ayub pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu."


Iblis kembali menemui Allah s.w.t dan mengatakan bahawa Ayub dapat bersabar kerana badannya sehat. Seandainya Engkau memberi kekuasaan kepadaku, ya Rabbi, untuk mengganggu badannya nescaya dia akan berhenti dari kesabarannya. Riwayat mengatakan bahawa Allah s.w.t menginzinkan syaitan untuk mengganggu tubuh Ayub. Dikatakan bahawa syaitan memukul tubuh Nabi Ayub dari kepalanya sampai kakinya sehingga Nabi Ayub sakit kulit di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan keluarganya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya kecuali isterinya. Namun lagi-lagi Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah s.w.t. Beliau memuji-Nya pada hari- hari kesehatannya dan ia tetap memuji Allah s.w.t saat mendapatkan ujian sakit. Dalam dua keadaan itu, Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah s.w.t.


Melihat pemandangan itu, amarah syaitan semakin meningkat namun ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Di sini syaitan mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar dan ia menceritakan tentang kisah Ayub dan meminta mereka mengeluarkan pendapat—setelah ia menyampaikan rasa putus asanya saat menggodanya atau mencuba menghilangkan sifat sabarnya dan syukurnya.


Salah seorang syaitan berkata: "Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari syurga, lalu dari mana engkau mendatanginya? Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?" Terbukalah di hadapan Iblis suatu ide yang baru. Lalu ia pergi ke isteri Ayub dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa sehingga ia pergi ke Ayub dan berkata padanya: "Sampai kapan Allah s.w.t menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jayamu dan kemuliaanmu dahulu?"


Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: "Sungguh engkau telah dikuasai oleh syaitan. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?" Perempuan itu berkata: "Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cubaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?" Nabi Ayub berkata: "Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?" Isterinya menjawab: "Delapan tahun." Ayub berkata: "Berapa lama kita mendapat penderitaan?" Isterinya menjawab: "Tujuh tahun." Ayub berkata: "Aku malu jika aku meminta agar Allah s.w.t melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah s.w.t membuat hatimu menjadi sempit. Seandainya aku sembuh dan kembali kepada kekuatanku, nescaya aku akan memukulmu dengan seratus kali pukulan dari tongkat. Sejak hari ini, aku tidak memakan dari makananmu dan dari minumanmu atau memerintahkanmu untuk melakukan suatu urusan. Maka pergilah kau dariku."


Akhirnya, isteri Nabi Ayub pergi sehingga Nabi Ayub tinggal sendirian dalam keadaan sabar menanggung penderitaannya. Penderitaan yang seandainya ditimpakan kepada gunung nescaya gunung tidak akan mampu menahannya. Kemudian Nabi Ayub berdoa kepada Allah s.w.t dalam keadaan penuh kasih sayang dan meminta belas kasih kepada-Nya. Beliau berdoa agar Allah s.w.t menyembuhkannya. Dan akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah s.w.t. Demikianlah riwayat yang popular berkenaan dengan penderitaan Nabi Ayub dan kesabarannya.


Menurut hemat kami riwayat ini palsu kerana ia sesuai dengan teks Taurat yang menjelaskan sakitnya Nabi Ayub. Begitu juga kami tidak menerima jika dikatakan bahawa penyakitnya sangat buruk sekali yang menyebabkan masyarakat lari darinya sebagaimana dikatakan oleh dongeng-dongeng kuno. Bagi kami, riwayat semacam itu bertentangan dengan kedudukan kenabian. Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Quran berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Quran adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya.


Allah s.w.t berfirman:


"Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ('Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.' Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalian keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah." (QS. al-Anbiya': 83-84)


Kita telah memahami bahawa Nabi Ayub adalah hamba yang soleh dari hamba-hamba Allah s.w.t. Allah s.w.t menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh isterinya dan keluarganya sehingga ia merasakan erti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita kerananya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah s.w.t.


Sakit yang dideritanya cukup lama sehingga beliau menghabiskan waktu- waktu dan hari-harinya dalam keadaan sendirian bersama penyakitnya, rasa sedihnya, dan kesendiriannya. Demikianlah Nabi Ayub merasakan segi tiga penderitaan. Segi tiga penderitaan dalam hidupnya, yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Di saat beliau mendapat cubaan seperti itu, pada suatu hari datang pada beliau salah satu pemikiran syaitan. Fikiran itu berputar-putar di relung hatinya; fikiran itu mengatakan padanya, wahai Ayub penyakit ini dan penderitaan yang engkau rasakan oleh kerana godaan dariku. Seandainya engkau berhenti sabar dalam satu hari saja nescaya penyakitmu akan hilang darimu. Kemudian manusia-manusia berbisik-bisik dan berkata: Seandainya Allah s.w.t mencintainya nescaya ia tidak akan merasakan penderitaan yang begitu hebat. Demikianlah pemikiran yang jahat itu. syaitan tidak mampu untuk mengganggu seseorang kecuali dengan izin Allah s.w.t sebagaimana Allah s.w.t tidak menjadikan cinta-Nya kepada manusia identik dengan kesihatan mereka. Sesungguhnya Allah s.w.t menguji mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.


Fikiran syaitan itu berputar di sekitar hati Nabi Ayub seperti berputarnya lalat di musim panas di sekitar kepala manusia, namun beliau mampu menghilangkan fikiran ini dan sambil tersenyum kepada dirinya beliau berkata: "Keluarlah hai syaitan! Sungguh aku tidak akan berhenti bersabar, bersyukur, dan beribadah." Akhirnya, fikiran jahat itu dengan rasa putus asa keluar dari akal Nabi Ayub. Nabi Ayub duduk dalam keadaan marah kerana syaitan berani untuk mengganggunya. Beliau membayangkan bahawa boleh jadi syaitan berani menggodanya dengan memanfaatkan kesendiriannya, penderitaannya, dan penyakitnya.


Isteri Nabi Ayub datang dalam keadaan terlambat dan mendapati Nabi Ayub dalam keadaan marah. Isterinya itu menutupi kepalanya dengan suatu kain tertutup. Isteri Nabi Ayub menghadirkan atau menghidangkan makanan yang baik untuknya. Nabi Ayub bertanya padanya: "Dari mana engkau mendapati wang?" Nabi Ayub telah bersumpah akan memukulnya seratus kali pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh, tetapi kesabarannya sungguh sangat luas seperti sungai yang besar. Dan di waktu sore, setelah mengetahui kehalalan makanan yang dihidangkan, beliau pun memakannya. Kemudian Nabi Ayub keluar menuju ke gunung dan berdoa kepada Tuhannya.


Allah s.w.t berfirman:


"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan seksaan' (Allah berfirman): 'Hentamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)


Bagaimana kita memahami perkataan Nabi Ayub, "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan seksaan."? Nabi Ayub ingin mengadukan kepada Tuhannya perihal keberanian syaitan padanya di mana syaitan membayangkan bahawa ia dapat mengganggunya. Nabi Ayub tidak percaya bahawa sakit yang dideritanya adalah datang kerana pengaruh syaitan.


Demikianlah pemahaman yang sesuai dengan kemaksuman para nabi dan kesempurnaan mereka. Allah s.w.t memerintahkan beliau untuk mandi di salah satu mata air di gunung. Allah s.w.t memerintahkannya agar beliau minum dari mata air ini. Kemudian Nabi Ayub melaksanakan perintah ini dan mandi serta minum. Belum lama beliau minum pada tegukan yang terakhir sehingga beliau merasakan sehat dan sembuh sepenuhnya dari penyakitnya. Kemudian suhu panas dalam tubuhnya pun kembali normal seperti biasanya. Allah s.w.t memberikan kepada Ayub dan keluarganya dan orang-orang yang seperti mereka suatu rahmat dari sisi-Nya sehingga Nabi Ayub tidak kembali sendirian. Allah s.w.t memberinya berlipat-lipat kekayaan dan kemuliaan dari sisi-Nya sehingga Ayub tidak menjadi fakir.


Nabi Ayub kembali mendapatkan kesehatannya setelah lama merasakan penderitaan dan sakit; Nabi Ayub bersyukur kepada Allah s.w.t. Beliau telah bersumpah untuk memukul Isterinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh. Sekarang beliau sembuh maka Allah s.w.t mengetahui bahawa beliau tidak bermaksud untuk memukul Isterinya. Namun agar beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya, Allah s.w.t memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus dan hendaklah beliau memukulkan itu kepada isterinya dengan sekali pukulan. Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya dan tidak berbohong. Allah s.w.t membalas kesabaran Ayub dan memujinya dalam Al-Quran sebagaimana firman-Nya:


"Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 44)

Sumber : Harmony-my.org




ARTIKEL TERKAIT

NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA
KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w
NABI ISA a.s DENGAN ORANG MABUK CINTA
KISAH NABI ISA a.s.
KISAH NABI YAHYA a.s.
KISAH NABI ZAKARIA a.s.
KISAH NABI UZAIR a.s.
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB
KISAH NABI SULAIMAN a.s.
JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA
NABI MUSA a.s. BERMUNAJAT DENGAN ALLAH
NABI MUSA a.s. DENGAN ' AUJ BIN UNUG
KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN a.s
KISAH NABI YUNUS a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI ZULKIFLI a.s.
KISAH NABI YASA' a.s.
KISAH NABI IDRIS a.s.
KISAH NABI ILYAS a.s.
KISAH NABI SYU'AIB a.s.
KISAH NABI YUSUF a.s
KISAH NABI LUTH a.s.
NABI IBRAHIM a.s DENGAN ORANG MAJUSI
KISAH NABI IBRAHIM a.s.
KISAH NABI NUH a.s.
KISAH NABI ADAM a.s.
KISAH HABIL DAN QABIL PUTRA NABI ADAM a.s.
KISAH NABI HUD a.s.
KISAH NABI SALLEH a.s.
KISAH NABI ISMAIL a.s.
KISAH NABI ISHAK DAN NABI YAK'UB a.s.
NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN
KISAH PARA NABI BANI ISRAEL SELEPAS NABI MUSA a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI DAUD a.s.
KISAH NABI DAUD a.s. DENGAN ULAT

KISAH NABI ZULKIFLI a.s.


Allah s.w.t memasukkan Zulkifli dalam rahmat-Nya. Allah s.w.t memujinya sebagai hamba yang sabar dan Dia menyebutkannya bersama Ismail dan Idris. Allah s.w.t berfirman:


"Dan (ingatlah) kisah Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh." (QS. al-Anbiya': 85-86)


Disebutkan bahwa beliau menanggung kebutuhan kaumnya. Beliau yang mengurusi mereka; beliau menegakkan keadilan di antara mereka. Ketika beliau melakukan tugas itu, beliau mendapat julukan DzulKifli. Banyak dongeng yang dibuat berkenaan dengan cerita beliau.


Al-Qur'an hanya menyebut namanya dan memujinya tanpa menyertakan satu kisah yang lengkap tentangnya, bahkan masa dakwahnya pun tidak diketahui. Kita tidak mengetahui siapa kaum Nabi ini dan bagaimana beliau diutus di tengah-tengah mereka serta bagaimana kaumnya memenuhi panggilan dakwahnya.

Sumber : Harmony-my.org



ARTIKEL TERKAIT

NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA
KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w
NABI ISA a.s DENGAN ORANG MABUK CINTA
KISAH NABI ISA a.s.
KISAH NABI YAHYA a.s.
KISAH NABI ZAKARIA a.s.
KISAH NABI UZAIR a.s.
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB
KISAH NABI SULAIMAN a.s.
JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA
NABI MUSA a.s. BERMUNAJAT DENGAN ALLAH
NABI MUSA a.s. DENGAN ' AUJ BIN UNUG
KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN a.s
KISAH NABI YUNUS a.s.
KISAH NABI AYUB a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI YASA' a.s.
KISAH NABI IDRIS a.s.
KISAH NABI ILYAS a.s.
KISAH NABI SYU'AIB a.s.
KISAH NABI YUSUF a.s
KISAH NABI LUTH a.s.
NABI IBRAHIM a.s DENGAN ORANG MAJUSI
KISAH NABI IBRAHIM a.s.
KISAH NABI NUH a.s.
KISAH NABI ADAM a.s.
KISAH HABIL DAN QABIL PUTRA NABI ADAM a.s.
KISAH NABI HUD a.s.
KISAH NABI SALLEH a.s.
KISAH NABI ISMAIL a.s.
KISAH NABI ISHAK DAN NABI YAK'UB a.s.
NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN
KISAH PARA NABI BANI ISRAEL SELEPAS NABI MUSA a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI DAUD a.s.
KISAH NABI DAUD a.s. DENGAN ULAT

KISAH NABI YASA' a.s.


Nabi Yasa' termasuk salah satu nabi yang diutus oleh Allah s.w.t. Allah s.w.t menyebut namanya dan memujinya tetapi Dia tidak menceritakan kisahnya. Allah s.w.t berfirman dalam surah Shad:


"Dan inilah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yakub yang mempunyai perbuatan-perbuatan besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orag-orang pilihan yang baik. Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkilfi. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik." (QS. Shad: 45-48)


Pendapat yang utama menyatakan bahawa Nabi Yasa' adalah Yasa' yang disebutkan dalam Taurat, sementara Injil Bamabas menceritakan bahwa beliau mampu menghidupkan orang yang gila. Ini adalah mukzijat beliau.

Sumber : Harmony-my.org



ARTIKEL TERKAIT

NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA
KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w
NABI ISA a.s DENGAN ORANG MABUK CINTA
KISAH NABI ISA a.s.
KISAH NABI YAHYA a.s.
KISAH NABI ZAKARIA a.s.
KISAH NABI UZAIR a.s.
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB
KISAH NABI SULAIMAN a.s.
JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA
NABI MUSA a.s. BERMUNAJAT DENGAN ALLAH
NABI MUSA a.s. DENGAN ' AUJ BIN UNUG
KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN a.s
KISAH NABI YUNUS a.s.
KISAH NABI AYUB a.s.
KISAH NABI ZULKIFLI a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI IDRIS a.s.
KISAH NABI ILYAS a.s.
KISAH NABI SYU'AIB a.s.
KISAH NABI YUSUF a.s
KISAH NABI LUTH a.s.
NABI IBRAHIM a.s DENGAN ORANG MAJUSI
KISAH NABI IBRAHIM a.s.
KISAH NABI NUH a.s.
KISAH NABI ADAM a.s.
KISAH HABIL DAN QABIL PUTRA NABI ADAM a.s.
KISAH NABI HUD a.s.
KISAH NABI SALLEH a.s.
KISAH NABI ISMAIL a.s.
KISAH NABI ISHAK DAN NABI YAK'UB a.s.
NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN
KISAH PARA NABI BANI ISRAEL SELEPAS NABI MUSA a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI DAUD a.s.
KISAH NABI DAUD a.s. DENGAN ULAT

KISAH NABI IDRIS a.s.

Allah s.w.t berfirman:
"Dan ceritakanlah (Hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris (yang tersebut)di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang rasul. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 56-57)


Kita tidak mengetahui bila Nabi Idris hidup dan kepada kaum siapa dia diutus dan bagaimana Allah s.w.t mengangkat darjatnya pada kedudukan yang tinggi.


Menurut dongeng kuno disebutkan bahawa Nabi Idris adalah Uzairis, salah seorang pahlawan Mesir kuno. Beliau dianggap sebagai Tuhan berhala. Izis, isterinya memainkan peranan penting dalam mengembalikannya pada kehidupan. Kami tidak memiliki suatu sumber yang otentik yang dapat kami percaya untuk meneguhkan pendapat seputar Nabi Idris.


Barangkali Idris adalah seorang Nabi yang dermawan dan mulia dan diutus di Mesir, lalu Allah s.w.t mengangkatnya di sisi-Nya seperti Nabi Isa Ibnu Maryam. Ketika beliau diangkat, terjadilah berbagai macam isu dan fitnah seputar beliau dan kemudian beliau dijadikan sebagai Tuhan. Dan barangkali ada versi lain seputar kisah itu.


Yang jelas Al-Qur'an al-Karim tidak menyingkap kesamaran yang berhubungan dengan Nabi Idris. Yang kami ketahui hanya bahawa beliau adalah seorang yang jujur, yang terpercaya, dan seorang Nabi. Allah s.w.t mengangkatnya ke darjat yang tinggi di sisi-Nya. ?


Nabi Idris a.s Bersama Malaikat Izrail


Suatu ketika Nabi Idris a.s telah dikunjungi oleh Malaikat Izrail dan bertanya Nabi Idris a.s katanya: "Hai malaikat Izrail, engkau datang ini untuk mencabut nyawa atau untuk menziarah?." Kata Malaikat Izrail aku datang untuk menziarah dengan izin Allah. Kata Nabi Idris kepada Malaikat Izrail: "Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan dan kepentingan kepadamu" Kata Malaikat Izrail "Kepentingan apa itu?" Jawab Nabi Idris "Kepentingan denganmu iaitu supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali sehingga aku dapat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratulmaut". Kata Malaikat Izrail sesungguhnya aku tidak akan mencabut nyawa seseorang melainkan mendapat izin Allah. Maka Allah memberi wahyu kepada kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris, maka seketika itu Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris a.s. Maka Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah agar Allah menghidupkan kembali Nabi Idris a.s.


Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris hidup kembali. Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris as. "Hai saudaraku, bagaimana rasanya sakaratulmaut itu?. Kata Nabi Idris a.s "Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup itu dilapah kulitnya (dibuang kulitnya semasa hidup-hidup) dan begitulah rasanya sakaratulmaut bahkan lebih seribu kali sakit."


Kata Malaikat Maut: "Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya." Kemudian Nabi Idris a.s berkata lagi pada Malaikat Maut: "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengan engkau iaitu saya ingin melihat Neraka Jahanam sehingga saya boleh beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah melihat belenggu, rantai-rantai dan kala jengking yang menyengat orang-orang yang ada di Neraka Jahanam." Kata Malaikat Maut "Bagaimana saya boleh pergi ke Neraka Jahanam tanpa izin Allah".


Mala Allah memberi wahyu kepada Malaikat Maut dengan firman: "Pergilah engkau ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris a.s". Malaikat Maut pun pergi ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris kemudian Idris melihat segala macam seksaan yang diciptakan Allah untuk musuh-musuhNya yang berupa belenggu, rantai-rantai daripada neraka dan kala jengking serta ular dengan api-api yang menyala dan kayu zakum dan air yang sangat panas untuk diminum oleh ahli neraka tersebut. Setelah kembali Nabi Idris berkata lagi kepada Malaikat Maut. "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengamu iaitu saya ingin melihat syurga sehingga saya boleh tambah meningkatkan amal ibadah," maka Malaikat Maut berkata "Bagaimana boleh saya bersamamu ke dalam syurga tanpa izin Allah." Maka Allah memberi izin pada Malaikat Maut untuk pergi berdua dan berhenti dekat pintu syurga.


Maka Nabi Idris melihat di dalamnya nampak bermacam-macam nikmat dan istana besar lagi indah dan beberapa anugerah yang berharga, juga tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang beraneka warna dan rasanya berbeza-beza. Nabi Idris berkata "Hai saudaraku, saya telah merasakan sakitnya sakaratulmaut, saya telah melihat Neraka Jahanam yang didalamnya bermacam-macam rupa seksaan dan azab neraka maka mohonlah engkau kepada Allah agar Allah mengizinkan saya untuk masuk syurga dan minum airnya agar hilang rasa sakitnya sakaratulmaut di tenggkorakku ini dan juga terhindar daripada seksaan Neraka Jahanam.


Maka Malaikat Izrail minta izin kepada Allah lalu mengizinkannya, kemudian masuklah meraka berdua ke alam syurga lalu keluar. Kemudian Nabi Idris masuk lagi ke dalam syurga dan meletakkan seliparnya di bawah pokok kayu di dalam syurga. Maka Nabi Idris berkata kepada Malaikat Izrail "Hai Malaikat Maut, selipar saya tertinggal didalam syurga di bawah pokok kayu, maka kembalikanlah saya ke dalam syurga," maka Nabi Idris masuk ke syurga dan tidak mahu keluar lagi dari syurga. Maka berteriaklah Malaikat Izrail memanggil Nabi Idris agar keluar dari syurga. "Hai Idris, keluarlah engkau dari syurga." Maka Nabi Idris pun tidak mahu keluar Allah s.w.t telah berfirman "Tiap-tiap orang mesti merasakan sakaratul maut, sedang saya sudah merasakan sakaratulmaut. Dan Allah s.w.t berfirman lagi maksudnya: "Tidak ada diantara kamu sekelian kecuali mereka itu memasuki (neraka/syurga) sedang aku pernah memasuki neraka dan Allah pun juga berfirman lagi maksudnya: "Dan tidaklah mereka itu dikeluarkannya". (keluar daripada syurga).


"Siapakah yang mengeluarkan saya dari syurga" sedangkan Allah telah memberi wahyu kepada malaikat Maut. "Tinggalkanlah dia (Nabi Idris) sesungguhnya Aku telah memutuskan dia di zaman azali dahulu bahawa sesungguhnya dia (Nabi Idris) tergolong ahli dan penghuni syurga."


Dan Allah telah berfirman kepada rasul-rasulNya tentang kisah Nabi Idris dalam firmanNya yang bermaksud. "Dan ingatlah olehmu cerita-cerita dalam kitab Nabi Idris a.s dan seterusnya."

Sumber : Harmony-my.org



ARTIKEL TERKAIT

NABI MUHAMMAD s.a.w DENGAN PENGEMIS BUTA
KISAH NABI MUHAMMAD s.a.w
NABI ISA a.s DENGAN ORANG MABUK CINTA
KISAH NABI ISA a.s.
KISAH NABI YAHYA a.s.
KISAH NABI ZAKARIA a.s.
KISAH NABI UZAIR a.s.
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN JIN IFRIT
NABI SULAIMAN a.s. DENGAN KUBAH AJAIB
KISAH NABI SULAIMAN a.s.
JANGGUT NABI HARUN a.s. BERWARNA DUA
NABI MUSA a.s. BERMUNAJAT DENGAN ALLAH
NABI MUSA a.s. DENGAN ' AUJ BIN UNUG
KISAH NABI MUSA DAN NABI HARUN a.s
KISAH NABI YUNUS a.s.
KISAH NABI AYUB a.s.
KISAH NABI ZULKIFLI a.s.
KISAH NABI YASA' a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI ILYAS a.s.
KISAH NABI SYU'AIB a.s.
KISAH NABI YUSUF a.s
KISAH NABI LUTH a.s.
NABI IBRAHIM a.s DENGAN ORANG MAJUSI
KISAH NABI IBRAHIM a.s.
KISAH NABI NUH a.s.
KISAH NABI ADAM a.s.
KISAH HABIL DAN QABIL PUTRA NABI ADAM a.s.
KISAH NABI HUD a.s.
KISAH NABI SALLEH a.s.
KISAH NABI ISMAIL a.s.
KISAH NABI ISHAK DAN NABI YAK'UB a.s.
NABI YUNUS a.s. DITELAN IKAN NUN
KISAH PARA NABI BANI ISRAEL SELEPAS NABI MUSA a.s.
NABI-NABI YANG DIUTUS KEPADA KAUM YASIN
KISAH NABI DAUD a.s.
KISAH NABI DAUD a.s. DENGAN ULAT